Bagi seorang desainer, AI adalah asisten ilustrator yang bisa meniru berbagai gaya gambar, mulai dari sketsa pensil, flat design bergaya startup, hingga isometric 3D. Kuncinya ada pada pemilihan perbendaharaan kata (vocabulary) desain di dalam prompt.
1. Anatomi Prompt Khusus Ilustrasi
Agar AI tidak kebingungan dan malah menghasilkan foto realistis, kita wajib mengunci gaya visualnya di awal atau di akhir prompt. Gunakan formula ini:
[Medium / Art Style]: Gaya ilustrasi yang spesifik. (Contoh: Vector illustration, 2D flat design, isometric 3D, line art, cel shading, watercolor, editorial illustration).
[Subjek & Narasi]: Siapa subjeknya dan apa yang sedang dia lakukan? Ilustrasi harus bercerita. (Contoh: Seorang desainer muda sedang fokus menatap layar laptop, ditemani secangkir kopi yang mengepul).
[Palet Warna / Color Palette]: Kunci warna agar sesuai dengan brand atau mood desainmu. (Contoh: Pastel colors, monochromatic blue, warm earth tones, neon cyberpunk palette).
[Komposisi & Layout]: Arahkan AI agar menyisakan ruang untuk teks atau elemen desain lain nantinya. (Contoh: Golden ratio composition, lots of negative space on the left, minimalist background, plain white background).
Contoh Prompt Kurang Bagus: > "Gambar ilustrasi orang kerja di depan komputer."
Contoh Prompt Ilustrasi DKV yang Profesional: > "Sebuah 2D flat vector illustration bergaya korporat minimalis. Menampilkan seorang karakter pria sedang bekerja di depan layar monitor besar. Palet warna menggunakan monochromatic blue dengan sedikit aksen kuning. Latar belakang bersih dengan banyak negative space di sebelah kiri untuk tempat teks. Komposisi seimbang, gaya visual clean and modern, cocok untuk ilustrasi landing page website."
2. Tantangan AI dalam Membuat Ilustrasi
Meskipun AI sangat canggih, ada beberapa kelemahan AI saat merender ilustrasi (vector/flat design):
Teks Halusinasi: AI sering menambahkan teks atau coretan acak yang tidak bermakna di dalam ilustrasi.
Gradasi Berantakan: Terkadang AI merender ilustrasi vektor dengan gradasi yang terlalu rumit, sehingga sulit untuk di-Trace ulang di software seperti Adobe Illustrator.
Proporsi Karakter: Pada flat design, AI terkadang membuat proporsi anggota tubuh yang meleset dari gaya penyederhanaan (stylization) yang wajar.
📝 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD): Proyek Desain Ilustrasi Editorial & UI
Mata Pelajaran: Eksplorasi Cipta Grafis Digital dengan AI Nama Kelompok / Siswa: .................................................... Kelas: ....................................................
🎯 Tujuan Pembelajaran:
Siswa mampu merancang prompt khusus untuk menghasilkan ilustrasi dengan gaya visual (art style) tertentu.
Siswa mampu mengarahkan komposisi AI dengan memperhitungkan negative space (ruang kosong) untuk kebutuhan layouting teks.
Siswa mampu menyeleksi dan membandingkan hasil ilustrasi dari Gemini AI, ChatGPT, dan Microsoft Copilot.
Siswa mampu mengaplikasikan hasil AI ke dalam purwarupa (mockup) desain UI/UX atau Artikel Editorial dengan prinsip Minimalist Clean.
🛠️ Alat dan Bahan:
Laptop / PC dengan koneksi internet.
Akun Gemini, ChatGPT, dan Microsoft Copilot.
Software Desain (Figma, Canva, atau Adobe Illustrator).
📋 Langkah Kerja Project:
Tahap 1: Memilih Brief Desain Kalian bertugas sebagai Ilustrator Digital untuk sebuah klien. Pilih salah satu brief (pesanan) di bawah ini:
Opsi A (Ilustrasi Web/UI): Klien butuh ilustrasi header untuk website aplikasi manajemen keuangan. Gaya yang diminta: Isometric 3D atau Flat Vector, palet warna hijau-kuning, dan butuh ruang kosong (negative space) di sebelah kiri untuk meletakkan teks judul website.
Opsi B (Ilustrasi Artikel Majalah): Klien butuh ilustrasi untuk artikel berjudul "Dampak AI pada Kreativitas". Gaya yang diminta: Line art minimalis atau Editorial Illustration, palet warna monokrom (hitam-putih) dengan satu warna aksen cerah, komposisi terpusat.
Tahap 2: Merakit Prompt Spesifik Berdasarkan brief yang kalian pilih, susun satu prompt yang kuat. Pastikan memuat: Art Style, Subjek/Cerita, Palet Warna, dan Instruksi Komposisi (Negative space/Golden ratio). Tulis prompt kalian di buku catatan.
Tahap 3: Eksperimen di 3 Raksasa AI Masukkan prompt yang sama persis ke:
Gemini AI
ChatGPT
Microsoft Copilot
Unduh satu ilustrasi terbaik dari masing-masing platform.
Tahap 4: Mockup Layout (Simulasi Desain Sesungguhnya) Pilih satu ilustrasi terbaik dari ketiga hasil AI tersebut. Masukkan ilustrasi itu ke dalam software desain kalian (Figma/Canva/Illustrator).
Tambahkan teks Judul (Headline) dan Teks Paragraf (Body Copy) di sebelah/di atas ilustrasi tersebut.
Tantangan: Buktikan bahwa ilustrasi hasil generate kalian benar-benar fungsional dan memiliki ruang (negative space) yang cukup sehingga teks tidak menabrak gambar!
Tahap 5: Pembuatan Presentasi Portofolio Susun proses kerja kalian ke dalam slide presentasi.
Panduan Visual & Layout Presentasi:
Gaya Visual: Terapkan gaya desain Minimalist Clean ala interface Notion/Linear. Latar belakang warna abu-abu netral (#F9F9F9) atau mode gelap (dark mode) yang elegan (#121212).
Komposisi: Perhatikan margin, area potong (bleed, jika dicetak), dan safe area. Jangan sampai teks presentasi kalian terpotong saat ditampilkan di layar proyektor.
Hierarki: Bedakan dengan tegas ukuran font untuk Judul Utama, Sub-judul, dan Penjelasan.
Struktur Slide:
Slide 1: Judul Proyek & Identitas.
Slide 2: Brief yang dipilih & Teks Prompt.
Slide 3: Komparasi Mentah (Tampilkan 3 hasil dari Gemini, ChatGPT, dan Copilot berdampingan. Catat platform mana yang paling patuh pada gaya art style yang diminta).
Slide 4: Hasil Akhir Desain (Tampilkan Mockup layout ilustrasi yang sudah digabungkan dengan teks. Tunjukkan penerapan negative space-nya).
Slide 5: Kesimpulan singkat mengenai tantangan membuat instruksi gambar khusus gaya ilustrasi dibanding gambar fotorealistis.
Tahap 6: Pengumpulan Ekspor slide menjadi satu file PDF yang rapi dan kumpulkan ke email guru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tinggalkan pesan yang baik