Penulis: Abid Rahmat Satria Putra | Kategori: Materi DKV Kelas XI
Halo semuanya, Siswa Kelas XI DKV! 👋
Di pertemuan sebelumnya, kita sudah membahas unsur-unsur dasar tata letak. Nah, hari ini kita akan masuk ke "daging"-nya desain grafis. Pernah nggak sih kalian berpikir, kenapa cover majalah harus heboh? Atau kenapa kemasan keripik singkong warnanya ngejreng banget?
Jawabannya satu: Untuk
Menjual (Komersial).Hari ini kita akan membedah dua raksasa dalam industri percetakan: Desain Publikasi dan Desain Kemasan, serta bagaimana cara mempromosikannya lewat Video Iklan (Storyboard). Simak baik-baik ya!
1. Desain Grafis Publikasi (Publication Design)
Desain publikasi adalah jenis desain yang fokus pada struktur tata letak (layout) dan tipografi untuk menyampaikan informasi yang panjang dan banyak.
Fokus Utama: Keterbacaan (readability), hierarki informasi, dan layout yang rapi.
Contoh: Majalah, Koran, Katalog Produk, Newsletter, Buku Tahunan Sekolah.
Tantangan: Bagaimana membuat orang betah membaca teks yang banyak tanpa merasa bosan.
2. Desain Grafis Kemasan (Packaging Design)
Kalau publikasi fokus dibaca, kemasan fokus dilihat dan dipegang. Desain kemasan adalah seni menggabungkan bentuk (form), struktur, dan desain visual untuk membungkus produk.
Fokus Utama: Melindungi produk dan Shelf Impact (Daya tarik saat dipajang di rak toko).
Contoh: Kotak HP, Bungkus Snack, Botol Minuman, Label Kaleng.
Fungsi Komersial: Kemasan adalah "salesman diam". Tanpa ada orang yang nawarin pun, kalau kemasannya bagus, orang akan beli.
3. Kenapa Harus Membuat Video Iklan?
"Pak, kita kan belajar desain grafis (gambar diam), kenapa harus belajar bikin video?"
Pertanyaan bagus! Di era digital ini, desain majalah atau kemasan kalian tidak akan laku kalau hanya diam di toko. Kalian perlu mempromosikannya di Instagram, TikTok, atau YouTube.
Sebagai desainer modern, kalian harus bisa menerjemahkan desain cetak kalian menjadi sebuah cerita video.
4. Langkah Kerja: Dari Brief ke Storyboard
Sebelum kalian buka kamera untuk bikin video, ada dua senjata rahasia yang dipakai agency iklan profesional agar videonya makesense dan tepat sasaran:
A. Creative Brief (Peta Jalan)
Ini adalah dokumen perencanaan. Jangan pernah mendesain tanpa tahu tujuannya! Isi Brief biasanya meliputi:
Product: Apa yang dijual? (Misal: Majalah Sekolah).
Target Audience: Siapa yang beli? (Misal: Remaja 15-18 tahun).
Key Message: Pesan apa yang mau disampaikan? (Misal: "Baca majalah itu keren, lho!").
Tone: Gaya bahasanya gimana? (Serius, Lucu, atau Misterius?).
B. Storyboard (Sketsa Cerita)
Setelah tahu tujuannya (Brief), barulah kita gambar adegannya. Storyboard adalah rangkaian sketsa gambar yang disusun berurutan untuk menggambarkan alur video.
Tips Storyboard untuk Produk Desain:
Scene Awal: Pancing perhatian (Hook).
Scene Tengah: Tunjukkan detail desain publikasi/kemasan kalian (Close up layout, warna, atau teks).
Scene Akhir: Ajakan bertindak (Call to Action), misal: "Beli Sekarang!".
🚀 Tugas Praktik Hari Ini
Sekarang giliran kalian menjadi Creative Director!
Pilih Produk: Mau fokus ke Desain Publikasi (Majalah/Katalog) atau Desain Kemasan (Makanan/Produk)?
Buat Brief: Tuliskan target dan pesan iklannya di buku catatan.
Gambar Storyboard: Buat 6-8 kotak panel di kertas A4. Gambarkan rencana video iklan kalian durasi 15-30 detik.
Ingat: Pastikan desain produk kalian menjadi "Bintang Utama" di dalam cerita storyboard tersebut.
Selamat berkarya! Jangan lupa upload progres kalian dan tag Bapak ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tinggalkan pesan yang baik