Senin, 17 November 2025

BASIC CONFIGURATION MIKROTIK


1. Pengenalan Mikrotik

Mikrotik adalah sistem operasi RouterOS yang digunakan untuk mengelola jaringan, baik kecil maupun besar. Mikrotik banyak dipakai di sekolah, warnet, perkantoran, hingga ISP skala kecil.

RouterOS menyediakan fitur:

  • Routing

  • Firewall

  • NAT

  • DHCP Server

  • DNS

  • Hotspot

  • Monitoring jaringan

Antarmuka yang paling sering digunakan untuk konfigurasi adalah Winbox, karena mudah digunakan dan mendukung MAC Address maupun IP Address.


2. Persiapan Konfigurasi

Sebelum mengonfigurasi router, siapkan:

Peralatan

  • Router Mikrotik (RB750, hAP, atau seri lain)

  • Kabel LAN

  • Laptop/PC

  • Aplikasi Winbox

Topologi Dasar

PC → Mikrotik → Internet
Tujuan utama konfigurasi dasar adalah:

  • Router bisa Internet

  • Client yang terhubung juga bisa Internet

  • IP, DNS, dan gateway bekerja dengan baik


3. Mengakses Router dengan Winbox

Winbox dapat masuk melalui:

  1. MAC Address (tanpa IP)

  2. IP Address

Jika router belum ada IP, gunakan MAC Address.

Langkah:

  1. Buka Winbox

  2. Pilih tab Neighbors

  3. Pilih router yang tampil

  4. Klik Connect


4. Reset Konfigurasi Router

Agar konfigurasi bersih dan tidak bentrok dengan setting lama.

Cara Reset di Winbox

  1. Masuk menu System → Reset Configuration

  2. Centang No Default Configuration
    (agar router kosong, tidak ada konfigurasi bawaan)

  3. Klik Reset Configuration

  4. Router akan restart

Router kembali kosong dan siap dikonfigurasi dari awal.


5. Mengganti Identity Router

Identity adalah nama router. Ini penting agar mudah dikenali di jaringan.

Langkah:
System → Identity → ubah nama → Apply → OK
Contoh nama: Main-Gateway atau Router-Lab11


6. Menambahkan IP Address

IP address diberikan pada interface yang terhubung ke jaringan LAN.

Langkah:
IP → Addresses → Add (+)
Isi:

  • Address: Misalnya 192.168.10.1/24

  • Interface: ether2 (atau sesuai port LAN)

Klik Apply → OK


7. Menambahkan Default Gateway

Gateway adalah jalur keluar menuju Internet (biasanya modem/ISP).

Langkah:
IP → Routes → Add (+)
Isi:

  • Dst. Address: 0.0.0.0/0

  • Gateway: IP modem, misalnya 192.168.1.1

Klik Apply → OK


8. Setting DNS

Agar router dan client bisa resolve domain.

Langkah:
IP → DNS
Isi:

  • 8.8.8.8

  • 1.1.1.1
    Centang Allow Remote Requests

Klik Apply → OK


9. Mengecek Koneksi Internet

Buka New Terminal, lalu ketik:

ping 8.8.8.8

Jika reply, router sudah terkoneksi Internet.

Coba juga:

ping google.com

Jika reply → DNS bekerja normal.


10. Mengaktifkan NAT Masquerade (Internet Sharing)

Agar semua client LAN bisa menggunakan Internet.

Langkah:
IP → Firewall → Tab NAT → Add (+)
Tab General:

  • Chain: srcnat

  • Out Interface: interface yang ke modem (ether1)

Tab Action:

  • Action: masquerade

Klik Apply → OK


11. Konfigurasi DHCP Server

Agar client otomatis mendapat IP.

Langkah:
IP → DHCP Server → DHCP Setup
Pilih interface LAN (misalnya ether2)
Next hingga selesai.

Router otomatis membuat:

  • DHCP Pool

  • Network

  • Gateway

  • DNS

Client sekarang bisa mendapat IP otomatis.


12. Pengujian Client

Di laptop/PC:

  1. Set LAN ke Obtain IP Automatically

  2. Cek IP dengan ipconfig → harus dapat IP seperti:
    192.168.10.x

  3. Test:

    • Ping router

    • Ping 8.8.8.8

    • Buka Google

Jika semua bekerja → konfigurasi berhasil.


13. Troubleshooting Dasar

1. Router tidak Internet

  • Cek gateway di IP → Routes

  • Pastikan modem online

  • Coba ping modem

  • Pastikan kabel benar

2. Client tidak dapat IP

  • DHCP belum dibuat

  • DHCP interface salah

  • NAT belum diaktifkan

3. Winbox tidak connect

  • Cek kabel

  • Coba MAC Address

  • Cek firewall filter


14. Contoh Konfigurasi Lengkap (Script Terminal)

Jika ingin cepat, bisa copy-paste:

/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2
/ip dns set servers=8.8.8.8,1.1.1.1 allow-remote-requests=yes
/ip route add gateway=192.168.1.1
/ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
/ip dhcp-server setup interface=ether2 disabled=no

15. Latihan Praktik untuk Siswa

Tugas:

  1. Reset router ke konfigurasi kosong

  2. Tambahkan:

    • IP LAN

    • DNS

    • Gateway

  3. Buat DHCP Server

  4. Aktifkan NAT

  5. Uji koneksi client

Output yang harus dikumpulkan:

  • Screenshot Winbox (Addresses, DNS, DHCP, NAT)

  • Hasil ping

  • Laporan singkat langkah konfigurasi


16. Refleksi Siswa

Jawab 3 pertanyaan berikut:

  1. Bagian konfigurasi mana yang paling mudah, dan kenapa?

  2. Bagian mana yang paling sulit, dan bagaimana cara kamu mengatasinya?

  3. Apa yang akan kamu perbaiki jika mengulang praktik ini?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan pesan yang baik

Merancang UI/UX dan Landing Page Bersama AI

Dalam dunia Desain Komunikasi Visual masa kini, merancang antarmuka pengguna (UI/UX) untuk website adalah keterampilan yang sangat dicari. ...