1. Pengenalan Mikrotik
Mikrotik adalah sistem operasi RouterOS yang digunakan untuk mengelola jaringan, baik kecil maupun besar. Mikrotik banyak dipakai di sekolah, warnet, perkantoran, hingga ISP skala kecil.
RouterOS menyediakan fitur:
-
Routing
-
Firewall
-
NAT
-
DHCP Server
-
DNS
-
Hotspot
-
Monitoring jaringan
Antarmuka yang paling sering digunakan untuk konfigurasi adalah Winbox, karena mudah digunakan dan mendukung MAC Address maupun IP Address.
2. Persiapan Konfigurasi
Sebelum mengonfigurasi router, siapkan:
Peralatan
-
Router Mikrotik (RB750, hAP, atau seri lain)
-
Kabel LAN
-
Laptop/PC
-
Aplikasi Winbox
Topologi Dasar
PC → Mikrotik → Internet
Tujuan utama konfigurasi dasar adalah:
-
Router bisa Internet
-
Client yang terhubung juga bisa Internet
-
IP, DNS, dan gateway bekerja dengan baik
3. Mengakses Router dengan Winbox
Winbox dapat masuk melalui:
-
MAC Address (tanpa IP)
-
IP Address
Jika router belum ada IP, gunakan MAC Address.
Langkah:
-
Buka Winbox
-
Pilih tab Neighbors
-
Pilih router yang tampil
-
Klik Connect
4. Reset Konfigurasi Router
Agar konfigurasi bersih dan tidak bentrok dengan setting lama.
Cara Reset di Winbox
-
Masuk menu System → Reset Configuration
-
Centang No Default Configuration
(agar router kosong, tidak ada konfigurasi bawaan) -
Klik Reset Configuration
-
Router akan restart
Router kembali kosong dan siap dikonfigurasi dari awal.
5. Mengganti Identity Router
Identity adalah nama router. Ini penting agar mudah dikenali di jaringan.
Langkah:
System → Identity → ubah nama → Apply → OK
Contoh nama: Main-Gateway atau Router-Lab11
6. Menambahkan IP Address
IP address diberikan pada interface yang terhubung ke jaringan LAN.
Langkah:
IP → Addresses → Add (+)
Isi:
-
Address: Misalnya 192.168.10.1/24
-
Interface: ether2 (atau sesuai port LAN)
Klik Apply → OK
7. Menambahkan Default Gateway
Gateway adalah jalur keluar menuju Internet (biasanya modem/ISP).
Langkah:
IP → Routes → Add (+)
Isi:
-
Dst. Address: 0.0.0.0/0
-
Gateway: IP modem, misalnya 192.168.1.1
Klik Apply → OK
8. Setting DNS
Agar router dan client bisa resolve domain.
Langkah:
IP → DNS
Isi:
-
8.8.8.8
-
1.1.1.1
Centang Allow Remote Requests
Klik Apply → OK
9. Mengecek Koneksi Internet
Buka New Terminal, lalu ketik:
ping 8.8.8.8
Jika reply, router sudah terkoneksi Internet.
Coba juga:
ping google.com
Jika reply → DNS bekerja normal.
10. Mengaktifkan NAT Masquerade (Internet Sharing)
Agar semua client LAN bisa menggunakan Internet.
Langkah:
IP → Firewall → Tab NAT → Add (+)
Tab General:
-
Chain: srcnat
-
Out Interface: interface yang ke modem (ether1)
Tab Action:
-
Action: masquerade
Klik Apply → OK
11. Konfigurasi DHCP Server
Agar client otomatis mendapat IP.
Langkah:
IP → DHCP Server → DHCP Setup
Pilih interface LAN (misalnya ether2)
Next hingga selesai.
Router otomatis membuat:
-
DHCP Pool
-
Network
-
Gateway
-
DNS
Client sekarang bisa mendapat IP otomatis.
12. Pengujian Client
Di laptop/PC:
-
Set LAN ke Obtain IP Automatically
-
Cek IP dengan
ipconfig→ harus dapat IP seperti:
192.168.10.x -
Test:
-
Ping router
-
Ping 8.8.8.8
-
Buka Google
-
Jika semua bekerja → konfigurasi berhasil.
13. Troubleshooting Dasar
1. Router tidak Internet
-
Cek gateway di IP → Routes
-
Pastikan modem online
-
Coba ping modem
-
Pastikan kabel benar
2. Client tidak dapat IP
-
DHCP belum dibuat
-
DHCP interface salah
-
NAT belum diaktifkan
3. Winbox tidak connect
-
Cek kabel
-
Coba MAC Address
-
Cek firewall filter
14. Contoh Konfigurasi Lengkap (Script Terminal)
Jika ingin cepat, bisa copy-paste:
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2
/ip dns set servers=8.8.8.8,1.1.1.1 allow-remote-requests=yes
/ip route add gateway=192.168.1.1
/ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
/ip dhcp-server setup interface=ether2 disabled=no
15. Latihan Praktik untuk Siswa
Tugas:
-
Reset router ke konfigurasi kosong
-
Tambahkan:
-
IP LAN
-
DNS
-
Gateway
-
-
Buat DHCP Server
-
Aktifkan NAT
-
Uji koneksi client
Output yang harus dikumpulkan:
-
Screenshot Winbox (Addresses, DNS, DHCP, NAT)
-
Hasil ping
-
Laporan singkat langkah konfigurasi
16. Refleksi Siswa
Jawab 3 pertanyaan berikut:
-
Bagian konfigurasi mana yang paling mudah, dan kenapa?
-
Bagian mana yang paling sulit, dan bagaimana cara kamu mengatasinya?
-
Apa yang akan kamu perbaiki jika mengulang praktik ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tinggalkan pesan yang baik